Minggu, 26 September 2010

Baterai Alkalin

Sel Volta atau Sel Galvani
Pada sel volta, reaksi kimia bersifat spontan dan menghasilkan arus listrik.
Katode merupakan kutub positif dan anode merupakan kutub negatif. Contoh:
penggunaan baterai dan aki.
Penemuan bahwa reaksi kimia dapat menghasilkan energi listrik oleh Alessandro
Volta (1745-1827) berdasarkan eksperimen Luigi Galvani (1737-1798). Rangkaian
alat yang menghasilkan arus listrik dari reaksi kimia selanjutnya disebut sel Volta.
Reaksi kimia tersebut hanya terjadi pada reaksi redoks yang berlangsung spontan.
Sel Volta mempunyai elektrode logam yang dicelupkan ke dalam larutan
garamnya.
Gambar Sel Volta
Berdasarkan kegunaannya, sel Volta dibedakan atas dua macam sebagai berikut.
a. Sel Volta untuk penentuan pH larutan, energi reaksi, titrasi, kelarutan garam dan
sebagainya.
b. Sel Volta untuk menghasilkan tenaga listrik, misalnya untuk penerangan,
penggerak motor, radio transistor, dan kalkulator, contoh:
1) Sel Aki
Sel aki dalam keadaan terisi (siap pakai) terdiri atas elektrode Pb (anode) dan
PbO2 (katode). Keduanya dicelupkan dalam larutan H2SO4 30%. Jika kedua
elektrode telah terlapisi oleh endapan PbSO4 yang terbentuk sebagai hasil reaksi di
dalam sel aki, aliran elektron akan terhenti karena terhalang oleh endapan itu.
Dikatakan aki telah habis sehingga harus diidi (disetrum). Hal ini dapat dilakukan
apabila elektrodenya belum rusak.
2) Sel Kering atau baterai kering (Sel Leclanche)
Baterai kering ditemukan oleh Leclanche yang mendapat hak paten atas
penemuan itu pada tahun 1866.
Sel Leclanche terdiri atas suatu silinder seng yang
berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C), dan
sedikit air. Seng sebagai anode dan katodenya berupa elektrode inert yaitu grafit
yang dicelupkan di tengah-tengah pasta. Pasta berfungsi sebagai oksidator.
3)Baterai Nikel Kadmium
Baterai Nikel Kadmium adalah baterai kering yang dapat diisi kembali.
Reaksi sel:
Anode: Cd(s) + 2OH-(aq) --> Cd(OH)2(s) + 2e

Tidak ada komentar:

Posting Komentar